Saturday, December 11, 2010

Pencegahan Difteri


Difteri ialah penyakit yang mengerikan di mana masa lalu telah menyebabkan ribuan kematian, dan masih mewabah di daerah-daerah dunia yang belum berkembang.

1.     Pengertian
Difteri adalah penyakit akibat terjangkit bakteri yang bersumber dari C. Diphtheriae


2.     Penyebab
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae dengan bentuk basil Gram positif., yaitu kuman yang menginfeksi saluran pernafasan, terutama bagian tonsil, nasofaring (bagian antara hidung dan faring/tenggorokan) dan laring.


3.     Tanda dan Gejala
·      Menelan sakit, batuk keras dan suara menjadi parau

·      Mual dan muntah-muntah

·      Demam, menggigil dan sakit kepala

·      Denyut jantung meningkat

·      Terbentuk selaput/membran yang tebal, berbintik, berwarna hijau kecoklatan atau keabu-abuan di kerongkongan sehingga sukar sekali untuk menelan dan terasa sakit.

·      Bila difteri bertambah parah, tenggorokan menjadi bengkak sehingga menyebabkan penderita menjadi sesak nafas, bahkan yang lebih membahayakan lagi, dapat pula menutup sama sekali jalan pernafasan.

·      Kelenjar akan membesar dan nyeri di sekitar leher.

·      Kadang-kadang telinga menjadi terasa sakit akibat peradangan

·      Penyakit difteri dapat pula menyebabkan radang pembungkus jantung sehingga penderita dapat meninggal secara mendadak.

4.     Penularan
Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.

5.     Pencegahan
·        Pemberian imunisasi DPT

·        Mengurangi minum es

·        Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan.

·        Makanan yang kita konsumsi harus bersih.

·        Jika telah terserang difteri, penderita sebaiknya dirawat dengan baik untuk mempercepat kesembuhan dan agar tidak menjadi sumber penularan bagi yang lain.


6.     Cara Perawatan
Perawatan bagi penyakit ini termasuk antitoksin difteri, yang melemahkan toksin dan antibiotik. Eritromisin dan penisilin membantu menghilangkan kuman dan menghentikan pengeluaran toksin. Membuat lubang pada pipa saluran pernapasan atas(tracheotomy) mungkin perlu untuk menyelamatkan nyawa. Umumnya difteri dapat dicegah melalui vaksinasi. Bayi, kanak-kanak, remaja, dan orang dewasa yang tidak mempunyai cukup pelalian memerlukan suntikan booster setiap 10 tahun.

No comments:

Post a Comment